CERITA #10: BEASISWA LPDP 2018 (2/2)


Waktu Baca: 25 menit

Horas.
Sebelumnya saya berbagi tentang kebaikan-Nya selama proses kehamilan, persalinan, dan perkembangan Jona. Kali ini, saya akan menceritakan kebaikan-Nya dalam memperlebar kapasitas saya dalam pendidikan: Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Kebaikan 6: lulus seleksi administrasi
LPDP dibentuk sebagai Badan Layanan Umum (BLU) untuk melaksanakan tugas pengelolaaan Dana Pengembangan Pendidikan Nasional (DPPN), baik dana abadi pendidikan (endownment fund) maupun dana cadangan pendidikan. Pembentukan LPDP sebagai BLU ditetapkan melalui Keputusan Menteri Keuangan Nomor 18/KMK.05/2012 tentang Penetapan LPDP pada  Kementerian Keuangan sebagai Instansi Pemerintah yang Menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (Annual Report LPDP, 2016).
Misi LPDP adalah “Mempersiapkan pemimpin dan profesional masa depan Indonesia melalui pembiayaan pendidikan”. Hal ini berarti LPDP akan mempersiapkan saya untuk memimpin Indonesia secara profesional di masa depan melalui pembiayaan pendidikan strata dua/ master. Selain itu, lima nilai LPDP, yakni integrity, synergy, perfection, professionalism, dan service, selaras dengan nilai BPK, yaitu independent, integrity, dan professionalism. Kali ini, saya sedang menekankan pada nilai profesionalisme, yakni bekerja tuntas dan akurat atas dasar kompetensi terbaik dengan penuh tanggung jawab dan komitmen yang tinggi.
Saya mendaftar LPDP Tahap II melalui jalur Beasiswa Afirmasi PNS/TNI/POLRI. Pada saat awal pendaftaran, jadwal yang ditetapkan adalah sebagai berikut:
1. Pembukaan pendaftaran : 2 Juli 2018
2. Submit dokumen: 2 Juli – 21 September 2018
3. Penutupan pendaftaran: 21 September 2018
4. Penetapan hasil seleksi administrasi: 12 Oktober 2018
5. Seleksi Berbasis Komputer: 22 Oktober – 12 November 2018**
6. Penetapan hasil Seleksi Berbasis Komputer: 17 November 2018
7. Seleksi substansi: 26 November – 22 Desember 2018
8. Pengumuman hasil seleksi substansi: 28 Desember 2018
Dalam hal mengikuti seleksi administrasi, terdapat tujuh dokumen utama yang saya tekankan, yakni:
1. Surat Rekomendasi dari Kepala Perwakilan BPK Provinsi NTT (Pak Edward Ganda Hasiholan Simanjuntak S.E., M.Sc.) sesuai format LPDP;
2. Surat Pernyataan sesuai format LPDP (bermaterai);
3. Surat izin dari Kepala Biro SDM atau Kepegawaian untuk mengikuti seleksi beasiswa LPDP;
4. Surat usulan dari Kepala Kepala Biro SDM (Pak Haedar S.E);
5. Rencana Studi;
6a. Surat Keterangan Berbadan Sehat dan Bebas Narkoba dari BNN NTT (biaya: Rp100.000,00)
6b. Surat Keterangan Sehat dan Bebas dari Tuberculosis (TBC) dari RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes (Biaya non-BPJS: kurleb Rp200.000,00); serta
7. Statement of purpose 1000 kata.
Seluruh proses seleksi administrasi dilakukan secara online, yaitu dengan meng-upload dokumen yang disyaratkan ke laman LPDP (https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id).
Melalui tulisan ini, saya sangat berterima kasih kepada Pak Edward Simanjuntak (Kepala Perwakilan BPK NTT), Ibu Ambar Wahyuni (Kepala Perwakilan BPK Sumatera Utara), Pak Haedar (Kepala Biro SDM BPK), Pak Beben Adna Bokim (Kepala Subauditorat NTT II), Pak Jasier Gorbada (Kepala Subbagian SDM BPK NTT), serta Ibu Noviana Dias Susanti dan Ibu Oca (Biro SDM). Mereka sangat membantu saya dalam melengkapi persyaratan administrasi pendaftaran LPDP.
Saya membagikan statement of purpose pada tulisan berikut ini, dengan harapan dapat memberikan gambaran untuk para pembaca yang berencana untuk mendaftar beasiswa.
Pada tanggal 8 Oktober 2018, saya mengetahui bahwa saya lulus seleksi administratif dan lanjut ke Seleksi Berbasis Komputer (SBK).

Kebaikan 7: lulus SBK
Berdasarkan Surat Undangan Nomor UND-137/LPDP.3/2018 tanggal 5 Oktober 2018 tentang Undangan SBK Beasiswa LPDP, saya diundang hadir pada tanggal 11 Oktober 2018 pukul 08.00 WITA s.d. 10.30 di Politeknik Negeri Kupang Jl. Adisucipto Penfui PO BOX 139 Kupang. Perlu diketahui bahwa LPDP tidak menanggung biaya Transportasi dan Akomodasi Peserta untuk mengikuti seleksi ini.
Ada 21 pendaftar yang mengikuti SBK di Kupang dengan beragam jalur, seperti BUDI, Beasiswa Reguler, serta Beasiswa Afirmasi. Berikut adalah gambaran jadwal kegiatan SBK di Kupang.

SBK terdiri dari CAT dari BKN dan on the spot essay. Saya mendapat topik dana desa pada saat menulis esai. Topik esai dikutip dari isu terkini mengenai rencana meningkatkan anggaran dana desa menjadi dua kali lipat. Pertanyaannya adalah apa pandangan saya tentang hal tersebut. Esai dijawab dalam Bahasa Inggris. SBK berlangsung sekitar dua jam di ruang ujian yang nyaman, sehingga meningkatkan konsentrasi peserta. Hasil tes langsung diketahui melalui monitor. Saya mendapat nilai 190. Sebagai informasi, hasil CAT 20 peserta SBK di Kupang adalah sebagai berikut.

Pada tanggal 25 Oktober 2018, saya mengetahui bahwa saya lulus SBK dan melanjutkan ke tes substansi.

Kebaikan 8: lulus tes substansi
Berdasarkan Surat Undangan Nomor UND-160/LPDP.3/2018 tanggal 6 November 2018 tentang Undangan Seleksi Substansi Beasiswa LPDP, saya diundang hadir ke Gedung Keuangan Negara Kupang tanggal 22 dan 23 November 2018 untuk mengikuti seleksi substansi calon penerima beasiswa LPDP tahun 2018. Sama halnya dengan SBK, seluruh biaya tiket dan akomodasi menjadi tanggungan peserta. Kemudian, peserta wajib membawa seluruh berkas asli yang digunakan saat pendaftaran online (seperti: formulir pendaftaran, ijazah, transkrip nilai, dll) dan surat pernyataan diminta sudah dalam kondisi ditandatangani di atas materai.
Panitia memberikan alur tes substansi sehingga mempermudah peserta untuk mengikuti tes.
Tes substansi terdiri dari tes wawancara dan diskusi kelompok (leaderless group discussion/LGD). Pada saat tes pertama, saya diwawancarai oleh tiga orang pewawancara, dengan lima pertanyaan (yang masih saya ingat) sebagai berikut:
1. Jelaskan keberhasilan/kesuksesan yang sudah kamu capai?
Saya menjawab: Ada tiga kesuksesan. Pertama, sukses menjadi pelayan di BPK karena saya berkompetisi dengan ribuan pendaftar untuk memenuhi 250 slot ASN di BPK. Hal ini mengindikasikan saya kompetitif. Kedua, sukses mengenyam pendidikan dengan biaya terbatas karena pada saat strata satu saya berkesempatan kuliah di Universitas Indonesia jurusan Ilmu Ekonomi melalui jalur Ujian Masuk Bersama (UMB), tetapi saya meninggalkan kesempatan tersebut dan mengambil STIE Indonesia Banking School jurusan Akuntansi dengan beasiswa penuh. Ketiga, … (poin ini saya lupa). Catatan: saya sering kali menjawab setiap pertanyaan dengan tiga poin karena saya percaya teori the power of three.
2. Bagaimana peran saya, setelah selesai kuliah, bermanfaat untuk Indonesia?
Saya menjawab: Saya akan melanjutkan pelayanan saya di BPK dimana pun saya dibutuhkan. Sebelumnya, saya diitempatkan di BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara. Kemudian, per Juli 2018, saya ditempatkan di BPK Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Setelah selesai kuliah kelak, saya akan melanjutkan pelayanan saya kembali di BPK.
3. Sekarang kondisi Anda sedang hamil, bagaimana nanti pada saat kuliah; pasangan dan anak Anda?
Saya menjawab: saya dan pasangan masih berdiskusi untuk hal tersebut. Namun, terdapat tiga alternatif yang kami diskusikan … (poin ini personal).
4. Mengapa memilih the University of Manchester?
Saya menjawab: Saya mengambil the University of Manchester karena benchmark saya lulus dari sana. Salah satu benchmark saya adalah Ibu Ersa Tri Wahyuni. Saya pernah menjadi transcriber beliau pada saat Ibu Ersa mengambil PhD di sana. Saya percaya bahwa beliau sudah melakukan analisis mengenai alasan mengambil PhD di the University of Manchester. Oleh karena itu, saya tidak perlu meragukannya lagi. Lagipula, the University of Manchester merupakan universitas terkemuka di dunia dan banyak awardees LPDP di sana.
5. Apa yang perlu diperbaiki mengenai peraturan di Indonesia? Apa ada yang harus ditambahkan?
Saya menjawab: Menurut saya, hal yang diperbaiki adalah law enforcement atau penegakkan hukum. Saya percaya bahwa dalam hal membuat peraturan, Indonesia sudah dalam kondisi baik, artinya banyak ahli dan orang yang memiliki kompetensi telah berkecimpung dalam perumusan peraturan perundang-undangan. Namun, Indonesia butuh penegakan hukum untuk menjalani serangkaian peraturan yang telah dibuat. Kita sudah ada, UUD, Pancasila, dan serangkaian peraturan lainnya dengan kondisi, menurut pandangan saya, masih dapat meng-cover kebutuhan saat ini.
Wawancara berlangsung selama sekitar satu jam dalam Bahasa Indonesia. Selanjutnya, saya mengikuti LGD dengan tiga peserta lainnya. Topik LGD kami mengenai sekolah kejuruan (vocational school). LGD berlangsung selama sekitar 20 menit dalam Bahasa Inggris, serta diamati oleh tiga orang panitia LPDP.
Pada tanggal 28 Desember 2018, saya dinyatakan lulus tes substansi dan menjadi calon awardee LPDP.

Kebaikan 9: saya berusaha kembali
Saya belum mendapatkan LoA Academic Year 2019/2020 dari the University of Manchester (dhi. Alliance Manchester Business School/AMBS) jurusan Accounting. Saya masih membutuhkan skor IELTS yang sesuai dengan persyaratan, yakni overall 7, sedangkan kondisi saya sekarang adalah overall 6.5. Melalui tulisan ini, saya berharap ada banyak pembaca yang mendoakan agar saya dapat memeroleh skor overall 7 dan each band 7 pada saat saya retake IELTS di IALF Surabaya tanggal 9/23 Maret 2019 mendatang. Amin. Di samping saya berusaha kembali untuk lulus AMS, saya sangat amat bergantung pada kebaikan-Nya. 

Kebaikan 10: tulisan saya dibaca
Saya juga bersyukur bilamana tulisan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Saya juga sangat merasakan manfaat membaca sharing para bloggers ketika saya mempersiapkan kehamilan, persalinan, dan beasiswa saya.

Memang, Dia sangat dan sungguh baik. Nama-Nya adalah Yesus Kristus.

Terima kasih.

___

Update 8 Juni 2019:
Teman-teman, akhirnya saya melanjutkan sekolah ke the University of Edinburgh jurusan Accounting and Finance. Bisa dibaca di sini ya. Semoga bermanfaat!